Perkuat Tata Kelola KDMP, Kalurahan Sumberejo Gelar Pelatihan Manajemen Koperasi

Rifki Ari Ansyah 07 Oktober 2026 11:13:25 WIB

SUMBEREJO, SEMIN — Pemerintah Kalurahan Sumberejo, Kapanewon Semin, Kabupaten Gunungkidul, menggelar Pelatihan Manajemen Koperasi untuk memperkuat kapasitas pengurus Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Sumberejo dalam mengelola kelembagaan dan usaha secara profesional, transparan, serta berkelanjutan.

Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kalurahan Sumberejo, Rabu (7/10/2026), dengan menghadirkan Heri Santoso, Koordinator Kabupaten P3MD Kabupaten Gunungkidul, sebagai narasumber. Pelatihan diikuti oleh Pengurus KDMP Sumberejo bersama para pelaku usaha dan pelaku UMKM se-Kalurahan Sumberejo.

Pelatihan menjadi bagian penting dalam meningkatkan pemahaman peserta mengenai tata kelola koperasi, pengelolaan organisasi, administrasi, keuangan, hingga pengembangan unit usaha yang mampu memberikan manfaat nyata bagi anggota dan masyarakat.

Dalam pemaparannya, Heri Santoso menekankan bahwa koperasi tidak cukup hanya memiliki kepengurusan dan unit usaha, tetapi harus dibangun melalui tata kelola yang baik, pembagian tugas yang jelas, administrasi yang tertib, serta pengelolaan keuangan yang dapat dipertanggungjawabkan.

“Koperasi harus dikelola secara profesional. Pengurus perlu memahami tugas dan tanggung jawabnya, mulai dari perencanaan usaha, administrasi, pengelolaan keuangan, pelayanan kepada anggota, sampai dengan evaluasi kegiatan. Dengan manajemen yang baik, koperasi akan lebih dipercaya dan mampu berkembang secara berkelanjutan,” ujar Heri Santoso.

Penguatan Manajemen dan Kelembagaan

Materi pelatihan menitikberatkan pada pentingnya manajemen koperasi sebagai fondasi dalam menjalankan kegiatan usaha. Pengurus perlu memahami bahwa koperasi merupakan badan usaha yang berorientasi pada kepentingan dan kesejahteraan anggota, sehingga setiap kegiatan harus dilaksanakan berdasarkan prinsip tata kelola yang sehat.

Beberapa materi yang menjadi perhatian antara lain penguatan kelembagaan koperasi, pembagian tugas dan kewenangan pengurus, perencanaan usaha, administrasi koperasi, pengelolaan keuangan, pencatatan transaksi, pelayanan anggota, serta pengawasan dan evaluasi usaha.

Heri juga mendorong pengurus agar mampu menyusun perencanaan usaha berdasarkan potensi dan kebutuhan masyarakat setempat. Menurutnya, keberadaan koperasi akan semakin kuat apabila unit usaha yang dikembangkan memiliki hubungan langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat.

“Potensi ekonomi yang ada di Kalurahan Sumberejo harus bisa menjadi kekuatan koperasi. Pelaku UMKM jangan hanya diposisikan sebagai penerima manfaat, tetapi dapat menjadi bagian dari ekosistem usaha koperasi. Karena itu, diperlukan komunikasi, kerja sama, dan perencanaan usaha yang benar-benar melihat kebutuhan masyarakat,” jelasnya.

UMKM Didorong Menjadi Bagian Ekosistem Koperasi

Kehadiran pelaku usaha dan UMKM dalam pelatihan tersebut menjadi bagian penting dalam membangun keterhubungan antara koperasi dengan kegiatan ekonomi masyarakat Kalurahan Sumberejo.

Koperasi dapat berperan sebagai wadah penguatan ekonomi masyarakat melalui berbagai bentuk kerja sama, antara lain pengadaan kebutuhan usaha, pemasaran produk, pengembangan jaringan usaha, peningkatan kapasitas pelaku UMKM, hingga akses terhadap layanan usaha yang sesuai dengan ketentuan dan kemampuan koperasi.

Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang saling mendukung. Pelaku UMKM dapat mengembangkan usahanya, sementara koperasi memiliki basis kegiatan ekonomi yang nyata dan sesuai dengan potensi masyarakat.

Dalam pengelolaannya, prinsip transparansi dan akuntabilitas juga menjadi hal yang tidak dapat diabaikan. Setiap transaksi dan kegiatan usaha perlu dicatat dan dikelola secara tertib sehingga kondisi koperasi dapat diketahui secara jelas oleh pengurus maupun anggota sesuai mekanisme yang berlaku.

“Administrasi dan keuangan jangan dianggap sebagai pekerjaan tambahan. Justru dari pencatatan yang tertib, pengurus dapat mengetahui apakah usaha berjalan sehat atau tidak. Koperasi harus membangun kepercayaan melalui keterbukaan dan pertanggungjawaban,” kata Heri.

Menuju Koperasi yang Profesional dan Berkelanjutan

Melalui pelatihan tersebut, Pengurus KDMP Sumberejo diharapkan tidak hanya memahami aspek teknis pengelolaan koperasi, tetapi juga memiliki pola pikir kewirausahaan dan kemampuan membaca peluang ekonomi di wilayah Kalurahan Sumberejo.

Pengembangan koperasi perlu dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan kemampuan sumber daya manusia, potensi lokal, kebutuhan anggota, serta kelayakan setiap unit usaha. Dengan demikian, koperasi tidak sekadar menjalankan kegiatan administratif, tetapi mampu tumbuh sebagai lembaga ekonomi masyarakat yang produktif dan berkelanjutan.

Pelatihan juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi antara pengurus koperasi dengan pelaku usaha dan UMKM. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat membuka peluang pengembangan usaha bersama sekaligus memperkuat perputaran ekonomi di tingkat kalurahan.

Pemerintah Kalurahan Sumberejo mendorong agar hasil pelatihan dapat diterapkan dalam praktik pengelolaan KDMP. Pengetahuan yang diperoleh peserta diharapkan menjadi bekal untuk membangun koperasi yang tertib secara kelembagaan, sehat dalam pengelolaan usaha, serta mampu memberikan manfaat bagi anggota dan masyarakat.

Dengan penguatan kapasitas pengurus, keterlibatan pelaku UMKM, dan pemanfaatan potensi ekonomi lokal, KDMP Sumberejo diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu penggerak perekonomian masyarakat Kalurahan Sumberejo sekaligus memperkuat semangat kemandirian ekonomi berbasis potensi lokal.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar
 
Pencarian
Sekilas Info!
Arsip Artikel
Komentar Terkini
  • WAHYU WIDAYAT
    Pemerintah Kalurahan Sumberejo melalui Bp Ibu duku...baca selengkapnya
    07 April 2021 12:05:40 WIB
Galeri Foto
Statistik Kunjungan
Hari ini
Kemarin
Total Visitor
Media Sosial